Rabu, 13 November 2013

Manusia Dan Cinta Kasih. Manusia Dan Penderitaah



A.  Manusia Dan Cinta Kasih

Cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih yang dapat diwujudkan secara nyata. Cinta memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Demikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh antara manusia dengan. Ada yang berpendapat bahwa etika cinta dapat dipahami dengan mudah. Tetapi dalam kenyataan hidup manusia masih mendambakan tegaknya cinta dalam kehidupan ini. Di satu pihak, cinta didengungkan lewat lagu dan organisasi perdamaian dunia, tetapi di pihak lain dalam praktek kehidupan cinta sebagai dasar kehidupan jauh dari kenyataan

Dalam kehidupan manusia, cinta menampakkan diri dalam berbagai bentuk. Kadang-kadang seseorang mencintai dirinya sendiri. Kadang-kadang mencintai orang lain. Atau juga istri dan anaknya, hartanya, atau Allah dan Rasulnya. Agar manusia dapat hidup dengan penuh keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya, tidak boleh tidak ia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Dia pun hendaknya menyeimbangkan cintanya itu dengan cinta dan kasih sayang pada orang-orang lain, bekerja sama dengan dan memberi bantuan kepada orang lain.

B.  Manusia Dan Penderitaan

            Penderitaan merupakan realita kehidupan manusia di dunia yang tidak dapat dielakan. Orang yang bahagia juga harus siap menghadapi tantangan hidup bila tidak yang muncul penderitaan. Dan orang yang menghadapi cobaan yang bertubi-tubi harus berpengharapan baik akan mendapatkan kebahagian. Karena penderitaan dapat menjadi energi untuk bangkit berjuang mendapatkan kebahagian yang lalu maupun yang akan datang. Akibat penderitaan yang bermacam-macam manusia dapat mengambil hikmah dari suatu penderitaan yang dialami namun adapula akibat penderitaan menyebabkan kegelapan dalam kehidupan.

Adapun orang yang berlarut-larut dalam penderitaan adalah orang yang rugi karena tidak melapaskan diri dari penderitaan dan tidak mengambil hikmak dan pelajaran yang didapat dari penderitaan yang dialami. Penderitaan juga dapat “menular” dari seseorang kepada orang lain. Misal empati dari sanak-saudara untuk membantu melepaskan penderitaan. Atau sekedar simpati dari orang lain untuk mengambil pelajaran dan perenungan.




Sumber : http://dofadroid.blogspot.com/2012/04/ibd-manusia-dan-cinta-kasih.html
               http://arfanart.wordpress.com/2012/06/13/manusia-dan-penderitaan/

Jumat, 08 November 2013

INPUT / OUTPUT (PKTI 1B)



INPUT / OUTPUT


1.         Prinsip Perangkat Keras Input / Output

Fungsi :
-       mengirimkan perintah ke perangkat Input/Output agar menyediakan layanan
-       menangani interupsi perangkat Input/Output
-       menangani kesalahan pada perangkat Input/Output
-       menyediakan interface ke pemakai

1.1.           Input/Output Device

1.         Sifat aliran data

Berdasarkan aliran data dibedakan menjadi :
a.        Perangkat berorientasi blok (block-oriented devices)
b.        Perangkat berorientasi karakter (character-oriented devices)

Klasifikasi diatas tidak mutlak, karena ada beberapa perangkat yang tidak termasuk kategori diatas, misalnya : Clock, Memory Mapped Screen, Sensor

2.         Sasaran komunikasi

Dibedakan menjadi:
a.        Perangkat yang terbaca oleh manusia (human readable device)
Contohnya :  VDT (Video Display Terminal) terdiri dari monitor, keyboard (+mouse)
b.        Perangkat yang terbaca oleh mesin (machine readable device)
c.         Untuk komunikasi

Klasifikasi diatas tidak mutlak, karena ada beberapa perangkat yang tidak termasuk kategori diatas, misalnya : Clock, Memory Mapped Screen, Sensor


3.         Sasaran komunikasi

Dibedakan menjadi:
d.        Perangkat yang terbaca oleh manusia (human readable device)
Contohnya :  VDT (Video Display Terminal) terdiri dari monitor, keyboard (+mouse)
e.        Perangkat yang terbaca oleh mesin (machine readable device)
f.          Untuk komunikasi
g.    Dibedakan menjadi:


2.    Tujuan Software Input/Output

a.         Konsep dalam desain software I/O
b.         Penamaan yang seragam / Uniform Naming
Contoh :  seluruh disks dapat dibuat dengan hirarki sistem file (menggunakan NPS)
c.         Penanganan kesalahan / Error Handling
Contoh : pertama controller, device driver, dst. Dan jika tidak bisa ditangani beri pesan
d.         Synchronous (blocking) vs Asynchronous (Interrupt Driver) transfer
e.         Sharable vs Dedicated Device
Contoh : disk untuk sharable dan printer untuk dedicated

Tujuan  diatas dapat dicapai dengan memisahkan software Input/Output menjadi 4 layers, yaitu :

1.         Interrupt Handler

Interrupt harus disembunyikan agar tidak terlihat rutin berikutnya. 

2.         Device Drivers
Seluruh kode device dependent terletak di device driver.

3.         Device-Independent I/O Software
I/O device-independent adalah : software I/O yang tak bergantung pada perangkat keras.
Fungsi :
a.      Interface seragam untuk seluruh device-driver
b.        Penamaan device
c.         Proteksi device
d.        Memberi ukuran blok device agar bersifat device-independent
e.        Melakukan Buffering
f.          Alokasi penyimpanan pada blok devices
g.        Alokasi dan pelepasan dedicated devices
h.        Pelaporan kesalahan

4.         User-Space I/O Software

Sebagian besar software I/O berada di dalam sistem operasi yang di link dengan user program. System call termasuk I/O, biasanya dalam bentuk prosedur (library procedures
I/O prosedur dengan level lebih tinggi. Contoh : printf (memformat output dahulu kemudian panggil write)
Yang tidak mempunyai library procedure, contohnya : spooling directory dan daemon (proses khusus) pada proses mencetak, transfer file, USENET.
3.  Disk

3.1.           Perangkat Keras Disk

Disk diorganisasikan menjadi silinder-silinder dengan tiap permukaan terdapat head yang ditumpuk secara vertical.
3 faktor yang mempengaruhi waktu read/write block disk:
1.         seek time (waktu menggerakkan lengan ke silinder)
2.         rotational delay (waktu sector berputar ke head)
3.         transfer time

Proses seek pada disk driver : seek ke lebih dari satu disk secara bersamaan, read/write bersama dengan seek, read / write dalam waktu yang bersamaan dari dua drive


3.2.           Algoritma Penjadwalan Akses Lintas Disk

Pada sistem multiprogramming, permintaan read/write lebih banyak dibandingkan dengan yang dilayani sehingga memerlukan penjadwalan disk.
Terdapat dua tipe penjadwalan disk, yaitu :
1.         penjadwalan untuk optimasi seek
2.         penjadwalan untuk optimasi rotasi


3.3.           I/O Error Handling / Penanganan Kesalahan I/O

Error yang umum terjadi adalah :
1.         Error pemrograman
Misalnya request sektor yang tidak ada, ditangani dengan membetulkan program untuk komersial software, batalkan operasi dan berharap tidak akan terjadi lagi.
2.         Error checksum transient
Misalnya karena debu antara head dengan permuka-an disk, ditangani dengan melakukan operasi berulang-ulang dan menandai sector yang rusak.
3.         Error checksum permanent
Misalnya karena kerusakan disk, ditangani dengan membuat daftar blok-blok buruk agar data tidak ditulis di blok-blok buruk tersebut.
4.         Error seek
Misalnya lengan harusnya ke silinder 6 ternyata ke 7, ditangani dengan mengkalibrasi ulang disk supaya berfungsi kembali.
5.         Error controller
Misalnya controller menolak perintah akses, ditangani dengan menukar pengendali yang salah dengan pengendali yang baru atau di-reset.
6.         Track at time caching
Kontroller mempunyai memori untuk menyimpan informasi track dimana ia berada, permintaan pembacaan blok track tersebut dilakukan tanpa pergerakan mekanik.


3.4.           RAM Disk

RAM disk adalah disk driver yang disimulasikan pada memori akses acak (RAM). RAM disk sepenuhnya mengeliminasi waktu tunda yang disebabkan pergerakan mekanis dalam seek dan rotasi
Device blok adalah media penyimpanan dengan 2 perintah : R(read) dan W(write). Normalnya blok-blok disimpan de disk berputar yang memerlukan mekanisme fisik.
Idenya adalah meniru driver dengan mengalokasikan terlebih dahulu satu bagian memori utama untuk menyimpan blok-blok data.

4.         Terminal
Semua komputer memerlukan terminal untuk komunikasi antar peralatan.


 












4.1.           Terminal Hardware
Terminal hardware terbagi atas 2 kategori dasar, yaitu : 

1.         terminal interface melalui RS-232
RS-232 menghubungkan keyboard, monitor menggunakan serial interface, 1 bit dalam 1 waktu, dan menggunakan 25 pin konektor, dimana 1 pin untuk transmisi data, 1 pin untuk receive data dan 1 pin untuk ground, 22 pin yang lain digunakan untuk fungsi control atau ada pin yang tidak digunakan.
RS-232 dapat dikategorikan lagi menjadi :
a.        hardcopy / printer, dimana tipe karakter dari keyboard ditransmisikan ke komputer, dan kemudian di cetak di kertas / printer.
b.        Dumb CRT terminal / glass tty (teletype = terminal)
c.         Intelligent CRT terminals, terdiri dari CPU dan memory, dan untuk program yang kompek digunakan EPROM atau ROM.
d.        Blit, adalah terminal dengan powerful microprocessor

2.         terminal memory-mapped
adalah interface melalui video RAM / video controller yang digunakan untuk monitor.

4.2.           Terminal Software
Terminal Software terdiri dari :
1.         Input Software
2.         Output Software