1. Tugas
Membuat Ringkasan Buku Ekonomi
Manajemen Keuangan 1
Oleh Miswato, Eko Widodo
Bab 1 Manajer Keuangan dan Lingkungan Bisnis
Dalam
menghadapi perubahan lingkungan eksternal yang mengarah adanya globalisisi
ekonomi, peran manajer keuangan saat ini
dan saat yang akan datang sangat penting, yaitu sebagai tim pemain dalam usaha
perusahaan secara menyeluruh untuk menciptakan nilai. Dilihat dari fungsi
keputusan, manajer keuangan memiliki peran dalam tiga pokok keputusan: pemerolehan
active, pembelanjaat atau pembiayaan, dan pengelolaan aktiva. Dalam menjalankan
peranan nya, manajer keuagan harus menyesuaikan dengan tujuan perusahaan.
Tujuan perusahaan memkasimum kan kesejahteraan para memegang saham lebih baik
dari tujuan tujuan yang lainnya.
Agar
manajer keuagan dapat menjalankan perannya dengan baik, ia harus mengenali
lingkungan bisnis yang ada dimana perusahaan beroperasi. Lingkungan bisnis yang
lebih penting diketahui adalah: bentuk bentuk perusahaan, lingkungan pajak, dan
lingkungan keuangan. Dilihat dari karakteristiknya, bentuk perusahaan perseroan
terbatas lebih baik dari bentuk yang lain (perseorangan dan kemitraan). Oleh
karna itu, manajemen keuangan dapat menjalankan pasarnya lebih baik pada bentuk
pperusahaan perseroan terbatas.
Manajer keuangan perl mengetahui
lingkungan pajak. Dengan mengetahui dan memeahaminya, manajer keuangan dapat
mengetahui peluangan dan hambatan yang ditimbulkan oleh system perpajakan yang
diberlakukan dalam suatu Negara. Disamping itu, lingkungan keuangan juga harus
di pahami oleh manajer keuangan. Apabila perusahaan membutuhkan dana dapat
mencari dana yang tersedia di pasar keunangan dengan biaya yang minimal.
Sebaliknya, apabila perusahaan memiliki dana lebih atau menganggur, dana
tersebut dapat diivestasikan di lembaga keungan yang ada di pasar keuangan.
Bab 2 Nilai Waktu Uang
Dengan adanya nilai waktu uang, uang
yang diterima hari ini memberi peluang pada kita untuk mendapatkan buanga dari
uang tersebut. Tingkat bunga dapat digunakan untuk menyesuaikan nilai yang lalu
atau aliran uang yang akan datang. Tingkat biaya atau pendapatan bunga pada
uang yang dipinjam atau dipinjamkan dapat berupa bunga sederhana atau bunga
majemuk. Dalam lingkungan keuanga, bunga serderhana tidaklagi dipergunakan,
tetapi apresiasi bunga sederhana membantu untuk emahaman konsep-konsep umum
dari bunga majemuk (bunga berbunga). Dengan bunga majemuk tersbebut, uang yang
sudah di tabung dapat di cari niali uang pada periode yang akan datang.
Sementara itu nilai sekarang (present
value) adalah niali sekarang (han mi) dan sejumlah uang yangakan diterima
di masa yang akan datang.
Apabila ada annuita, pencarian nilai
yang akan datang atau ilia yang sekarang akan lebih mudah. Annuitas adalah
serangkaian penerimaan atau pembayaran yang terjadi selama sejumlah periode
tertentu. Apabila bunga majemuk dibayar setahu sekali, rumus bunga majemu dapat
di modifikasi jika bunga dibayar lebih dari satu tahun. Dengan bunga majemuk
dimodfikasi, perhitungan nilai yang akan datang atau nilai sekarang bunga yang
dibayar atau di terima dilakukan modifikasi juga.
Bab 3 Penilaian Surat-Surat Berhadiah Jangka
Panjang
Konsep nilai mencakup nilai
likuidasi, niali going-concern, nilai
buku, nilai pasar, dan nila intrinsik. Pendekatan penilaian dalam bab ini
menghitung nilai intrisik sekuritas
nilai sekarang dari aliran kas yang akan datang. Penilaian obligasi
mencakup discounting aliran kasyang dijanjikan obliges. Penilaian saham
preferen sama dengan penilaian saham obligasi, karna deviden saham preferen
sifatnya tetap seperti halnya bunga dalam obligasi. Penilaian saham biasa juga
mencakup kapitalisasi dari aliran (stream)
pendapatan sekuritas, tetapi tidak ada satu metode penilaian saham biasa yang
digunakan secara umum. Oleh karna itu, penilaian sekuritas saham biasa paling
sulit dari yang lain. Tingkat pertumbuhan dividen yang tetap mencari nilai
saham biasa lebih mudah daripada mencari nilai saham biasa yang nilai
pertumbuhannya tidak tetap.
Rate
of return atau yield dapat ditentukan dengan mengganti nilai intrinsic (V) dalam
persamaan penilaian dengan harga pasar surat berharga (Pο) dan untuk menentukan
rate of return yang di minta oleh
pasar. Sebagai contoh rate of return yang
diinginkan pasar untuk obligasi, sering disebut yield to maturity (YTM). YTM adalah rete of return yang doharapkan pada suatu obligasi yang dibeli pada
harga pasarnya saat ini dapat dipegang terus sampai jatuh tempo.
Bab 4 Resiko Dan Return
Ada
trade-off antara risiko dan return pada sekuritas. Apabila risiko
suatu sekuritas semakin tinggi, investor akan mengharakan return yang semakin tinggi dari sekuritas tersebut. Penilaian dan
pemahaman trade-off antara risiko dan
return mmbentuk landasan untuk
memaksimumkan kesejahteraan pemegang saham.
Risiko menujukkan variabilitas return yang di harapkan. Ukuran
konvensional variabilitas dari nilai yang diharapkan adalah deviasi standart
dan koefisien korelasi. Koefisien korelari adalah ukuran relative risiko.
Deviasi standar tidak dapat menunjukan dengan baik untuk membandingkan resiko
apabila ada masalah pada ukursn skala.
Total risiko portofolio terdiri dari
2 komponenyaitu risiko sistematis (systematic
risk atau market risk atau nondivesifiable risk). Capital-asset pricing model (CAMP)
menggambarkan hubungan antara risiko dan return.
Dalam CAMP garis karakteristik menggambarkan hubungan antara excess expected return. Slop garis
karakteristik disebut beta, yang merupakan indeks risiko sistematis.
Arbitrage
Pricing Theory (APT) menggunakan konsep hukum suatu harga (the law of one price). Harga suatu
aktiva tergantung lebih dari satu factor. Selain itu, apabila aktiva yang
berkarakteristik sama dijual dengan harga yang berbeda, maka akan terdapat
kesempatan untuk melakukan arbitrage
dengan membeli aktiva yang berharga murah dan pada saat yang sama menjualnya
dengan harga yang lebih tinggi sehingga mendapat laba tanpa risiko. Dengan
adanya arbitrage akan menjamin adanya
ekuilibrium berdasarkan pada risioko dan retrun. Arbitrage Pricing Theory (APT) dengan hanya satu factor disebut single market model.
Bab 5 Analisis Rasio Keuangan
Stakeholder
perusahaan mempunyai kepentingan untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan.
Melalui laporan keuangan secara periodic, stakeholder
mendapatkan informasi dasar tentang kondisi atau kinerja perusahaan. Stakeholder masih membutuhkan informasi
lain yaitu analisis rasio-rasio keuangan perusahaan. Raosio-rasio keuangan
dapat digunakan untuk mengecek kesehatan keuangan perusahaan. Analisis rasio
keuangan mencakup dua pembandingan trend
comparisons dan industry comparisons.
Trend comparisons membandingkan risiko-risiko pada beberapa periode untuk
membandingkan kondisi keuangan membaik atau memburuk. Industry
comparisons membandingkan rasio-rasio satu perusahaan dengan
perusahaan-perusahaan yang sama atau dalam industry yang sama.
Rasio ffinansial dapat diabagi
dalamlima kategori: likuiditas, utang atau leverage,
aktiva, dan rasio profitabilitas. Rasio likuiditas menunjukan kemampuan
perusahaan untuk membayar kewajiban-kewajiban jangka pendek. Rasio utang atau leverage digunakan untuk menilai
dipendensi perusahaan pada pembelanjaan utang. Rasio aktivitas menunjukan
bagaimana tingkat efisiensi perusahaan menggunakan aktiva. Rasio profitabilitas
menunjukan bagaimana tingkat efektivitas operasi keseluruhan perusahaan dan
profitabilitas perusahaan.
Bab 6 Analisis Dana, Analisis Aliran Kas, Dan
Perencanaan Keuangan
Analisis
aliran dana memberikan informasi mengenai penggunaan dana dan bagaimana
penggunaan-penggunaan tersebut dibiayai. Laporan sumber dan penggunaan dana
atau laporan perubahan posisi keungan adalah suatu ringkasan perubahan posisi
keungan perushaan dari satu period eke periode yang lain.
Laporan aliran kas adalah laporan
sumber dan penggunaan dana sesuai dengan keperluan pelaporan keuangan tahunan,
yang melaporkan aliran kas masuk dan aliran kas keluar suatu perusahaan dalam
satu periode waktu tertentu. Perubahan kas atau yang ekuivalen dengan kas
digolongkan dalam tiga golongan kegiatan, yaitu kegitan operasi, investasi, dan
pembelanjaan. Metode laporan aliran kas ada dua macam: metode langsung dan
metode tidak langsung.
Selain dilakukan pelaporan aliran
kas, perusahaan harus membuat anggaran kas dan proyeksi laporan keuangan.
Anggaran kas meliputi proyeksi penerimaan kas dan mengeluaran kas perusahaan
selama periode waktu tertentu. Proyeksi laporan keuangan yang sangat berguna
dalam perencanaan keuangan yang paling tidak terdiri dari proyeksi neraca dan
laporan rugi laba.
Bab 7 Manajemen Modal Kerja
Modal
kerja terbagi menjadi dua modal kerja neto dan modal kerja bruto. Modal kerja
dapat di klasifikasikan dalam dua cara yang berbeda yaitu menurut komponen atau
waktu. Pertama modal kerja di klasifikasikan menurut komponen-komponen modal
kerja yaitu kas, investasi jangka pendek, piutang dagang, dan sediaan. Kedua
klasifikasi modal kerja dengan dasar waktu yaitu modal kerja permanen dan modal
kerja temporer. Manajemen modal kerja adalah pengaturan total dan jumlah
masing-masing komponen modal kerja dan pembelanjaan yang di butuhkan untuk
mendukung aktiva lancar.
Aktiva temporer apabila dibelanjai
dengan pembelanjaan jangka pendek memiliki risiko – probabitas moderat. Apabila aktiva temporer di belanjai dnegan
pembelanjaan jangka panjang memiliki risiko – probabilitas rendah. Aktiva
permanen (jangka panjang) apabila dibelanjai dengan aktiva jangka pendek memiliki risiko – probabilitas tinggi. Aktiva
permanen apabila dibelanjai dengan aktiva jangka panjang memiliki risiko –
probabilitias moderet.
Terdapatdua
masalah kunci dalam penentuan tingkat aktiva lancar yang optimal yaitu masalah
likuiditas dan trade-off antara
probabilitas dan risiko. Penentuan jumlah aktiva lancar yang optimal adalah
mencari keseimbangan antara likuiditas yang memadai yang di inginkan perusahaan
dan laba maksimal yang diinginkan perusahaan.
Bab 8 Manajeman Kas Dan Sekuritas Jangka Pendek
Manajemen
ka meliputi pengumpulan dan penegluaran secara efisien dan investasi kas dalam
sekuritas jangka pendek. Fungsi manajemen kas adalah melakukan pengaturan kas melalui
proses perencanaan dan penganggaran kas.
Gagasan umum dalam pengaturan kas adalah perusahaan akan mendapat manfaat
dengan mempercepat pengumpulan kas dan dengan memperlambat pengeluaran kas.
Metode Baumol mengunakan
konsep-konsep yangmendasari model Economic
Order Quantity (EOQ). Dalam metode Baumol, totalgaya memegang kas adalah
sebesar biaya kesempatan karena memegang kas, ditambah dengan biaya transaksi
untuk menjual sekuritas atau untuk mengadakan pinjaman baru agar mendapatkan
kas. Model Miller-Orrmenentukan batas pengendalian atas, batas pengendalian
bawah, dan saldo kas yang di targetkan. Model Stone mirip dengan model
Miller-Orr, akan tetapi lebih memberikan perhatian pada manajemen saldo kas
daripada penentuan ukuran transaksi kas yang optimal
Bab 9 Manajemen Piutan Dagang Dan Sediaan
Selain
piutang, bentuk lain yang juga digunakan untuk memberikan layanan kepada customer adalah penyedian produk.
Berbagai perusahaan, baik perusahaan dagang maupun perusahaan manufaktur akan
mengadajab sediaan (inventory).
Sediaan sangat penting artinya untuk setiap perusahaan untuk kelancaran
usahanya. Sekarang ada dua pendekatan baru dalam manajemen sediaan: just in time, total quality management. Just
in time (JIT) merupakan teknik yang didapatkan dari jepang yang merupakan
konsep radikal dalam produksi berdasarkan atas permintaan sesunguhnya dan
permintaan material tepat waktu pada manufacturing
dan perakitan yang meminimumkan sediaan atau pemborosan.
JIT
adalah suatu filosogi berdasarkan continuous
improvement dan penghapusan pemborosan-pemborosan disemua bidang dalam
perusahaan. Konsep total quality
managemet (TQM) adalah system pendekatan manajemen baru, mempunyai filosofi
baru dalam manajemen sediaan, yaitu
menjalin hubungan saling menguntungkan dengan pemasok. Pemasok yang semula
bertujuan dapat menjual barang dengan harga yang lebih murah, diganti dengan
hubungan baru antara pemasokdan customer.
Hubungan tersebut dalam memangkas biaya, sehingga produksi dapat meningkatkan
kualitas produk yanglebih tinggi.
Bab 10 Pembelanjaan Jangka Pendek
Sumber
perbalanjaan jangka pendek dapat diklasifikasikan apakan merupakan pembelanjaan
spontan atau bukan. Utang dagang dan accrued
expenses (utang akrual) diklasifikasikan pembelanjaan spontan sebab timbul
dengan sendirinya dari transaksi sehari-hari. Utang dagang terjadi dari
pembelian secara kredit dari pemasok. Kredit yang diberikan oleh pemasok
disebut kredit dagang, ada tiga tipe kredit dagang: open account, notes payable, trade acceptance.
Utang jangka pendek yang diperoleh
dari pasar uang diklasifikasikan sebagai pembelanjaan yang tidak spontan sebab
timbul dengan tidak sendirinya, melaikan harus diatur secara formal. Perhatian
terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi biaya pinjaman jangaka pendek adalah
penting dan perlu. Hasil dari mengetahui biaya peminjaman dana dapat digunakan
untuk mengambil keputusan sebaiknya mengambil pinjaman atau tidak.
Factor-faktor yang mempengaruhi biaya pinjaman adalah tingkat bunga, saldo
kompensasi, dan biaya kompensasi. Disamping itu, utang yang timbul dari
pembelanjaan eksternal seringkali berupa pinjaman berjamin. Piutang dan sediaan
sering digunakan untuk menjamin pembelanjaan jangka pendek.
Selain dengan cara memberikan
jaminan terhadap utang jangak pendek, perusahaan dpat menggunakan factoring piutang untuk memperoleh kas.
Kas yang diperoleh tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kewajiban yang
segera harus dibayar.
Bab 11 Metode Penilaian Penganggaran Modal
Tahap-tahap
penganggaran modal adalah menentukan biaya proyek, memperkirakan aliran kas,
mengistimasi risiko, menentukan tingkat biaya modal untuk menentukan nilai
sekarang aliran kas masuk dan aliran kas keluar, dan menilai layak tidaknya
usulan proyek. Dalam melakukan penilaian suatu usulan proyek dikenal ada
metode-metode penilaian investasi yaitu discounted
payback periode, average rate of return, net present value, internal rate of return, modified rate of return,
profitability index.
Pada sebuah usulan proyek investasi,
metode NPV dan IRR akan selalu memberikan rekomendasi yang sama untuk
menerima atau menolak usulan proyek
investasi tersebut. Jika ada beberapa usislan invetasi bersifat mutually exclusive, kadangkala menjumpai
adanya rekomendasi yang tidak sama antara NPV dan IRR. Metode MIRR adalah
metode yang memodifikasi IRR. MIRR adalah discount rate yang menyebabkan
present value pengeluaran kas sama
dengan nilai akhir kasyang akan terjadi (terminal
value) yang dihasilkan oleh suatu proyek investasi.
Bab 12 Analisis Aliran Kas Proyek
Dalam melakukan analisis sering
menghadapi kesulitan untuk meramal secara tepat aliran kas yang akan terjadi
dari suatu proyek. Oleh karna itu, kita harus hati-hat dan cermat, sehingga
kesalahan fatal dalam meramal dapat dihindari. Aliran kas dalam proyek dapat
didefinisikan sebagai selisis atau perbedaan antara aliran kas untuk setiap
periode pada perusahaan dengan ada proyek proyek dan dengan tidak ada proyek.
Berdasarkan waktu, aliran kas dari berbagai macam proyek dapat diklasifikasikan
dalam tiga macam aliran kas: aliran kas keluar mula-mula, tambahan aliran kas
neto setelah aliran kas keluar dan sebelum aliran kas periode terakhir, dan
tambahan aliran kas neto perode terakhir.
Beberapa proyek memiliki istimasi
NPV tinggi dan beberapa yang beberapa memiliki istimasi yang rendah, yang
disebebkan karna bias dalam mengistimasi aliran kas. Oleh karan itu, manajer
harus memperhatikan kebiasaan dalam mengitimasi sehingga dapat mengantisipasi
adanya kebiasaan tersebut.
Dalam penganalisisan aliran kas
proyek menjumpai adanya pemilian proyek dengan usia yang berbeda, manajer perlu
melakukan pemyesuaian agar perbandingan atas proyek-proyek dapat dilakukan. Ada
dua prosedur yang dapet dilakukan, yaitu: replacement
chain (common life) approach, equivalent annual annuity approach. Masalah
yang lain yang timbul dalam analisis aliran kas proyeksi adalah adanaya manajerial option dan inflansi.
Bab 13 Resiko Dalam Penganggaran Modal
Resiko
adalah anailis penting dalam semua keputusan pembelanjaan, khususnya yang
berkaitan dengan penganggaran perusahaan. Proyek investasi dalam perusahaan
mempunyai berbagai mavam resiko, dan esensinya bahwa keputusan pengangguran modal
melibatkan analisis resiko.
Ada
tiga macam resiko yang berkaitan dengan proyek, yaitu: resiko berdiri sendiri (stand-alone risk), resiko dalam
perusahaan atau resiko korporasi (within
firm atau corporate risk), risiko
pasar (beta risk). Risiko berdiri
sendiri menunjukan variabilitas aliran kas pada proyek. Metode yang digunakan
untuk mengukur risiko ada empat: analisis sensitivitas, analisis scenario,
simulasi Monte-Carlo, dan analisis pohon keputusan. Risiko risiko korporasi di
kenal yang paling relevan untuk manajer, karyawan, kreditor dan supplier,
sedangakan risiko pasar dinkenal yang paling relevan untuk pemegang saham.
Risiko pasar (systematic risk) adalah
risiko yang terjadi akibat pengaruh pasar secara keseluruhan misalnya,
perubahan perekonomian secara umum, pengaruh kebijakan fiscal dan moneter,
inflasi, dan perubahan situasi pasar minyak.
1. Membuat
Abstrak
ABSTRAKSI
Sasikarani, 18213288
PENGARUH
KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN ONLINE SHHOPING ELEVENIA
PI,
Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma, 2016
Kata
Kunci : Kualitas Pelayanan, Kepuasan Konsumen, Online Shopping Elevenia
(xiii
+ 63 + lampiran)
Tujuan
dari penelitian ini yaitu menganalisis faktor utama dari 5 dimensi kepuasan konsumen
mana kah yang paling mempengaruhi dan mengetahui apakah kualitas layanan
berdampak pada kepuasan konsumen. Responden merupakan konsumen Online Shopping Elevenia yang berjumlah
100 responden
Analisis
data menggunakan metode analisis deskriptif rentang sekala, simpang kuartil dan
metode chi kuadrat. Hasil dari penelitian ini dengan simpang kuartil di dapat
factor tertinggi yang mempengaruhi pelayanan adalah assurance dan dengan metode
chi square diketahui bahwa terdapat
pengaruh positif dan signifikan antara kualitas pelayanan terhadap kepuasan
konsumen online shopping Elevenia.
Daftar
Pustaka (1994-2012)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar